Lebaran Idul Fitri 2017

Allahuakbar... Allahuakbar... Allahuakbar... Laaillahaillallahuallahuakbar. . .Allahuakbarwalillahilham..
Suara takbir berkumandangan begitu menggetarakan hati ini, Rasa bahagia ku rasa sebab hari kemenangan di depan mata, namun rasa sedih menggeluti sebab berakhirnya bulan ramadhan, bulan dimana segala amal perbuatan baik di lipat gandakan, berakhirnya pula aktifitas berpuasa menahan lapar, dahaga dan hawa nafsu, berakhirnya sholat tarawih berjamaah dan tadarus quran,berakhirnya undangan buka bersama yang sekaligus menjadi sarana reuni kecil dan kumpul bersama kerabat yang lama tidak bertemu, suasana yang selalu di rindukan dan hanya terjadi di bulan ramadhan. Pertemukan kami di bulan suci-Mu tahun depan Ya Rob..aamiin

Hari Raya Idul Fitri 1438 H, merupaan hari besar yang selalu di nantikan seluruh umat muslim di dunia. Hari kemenangan seluruh umat muslim setelah sebulan penuh menahan lapar dan dahaga. Hari raya idul fitri selalu jatuh di tanggal 1 syawal dan hari ini identik dengan aktifitas berkumpulnya seluruh keluarga besar dan merupakan kesempatan bermaaf-maafan. Meniatkan seluruh lahir batin agar kembali fitrah (suci atau bersih).

Tentu hari ini adalah hari sangat spesial, kurasa bukan hanya aku yang merasa begitu, kalian semua pasti merasakan. Tradisi yang terjadi di keluarga ku setelah melaksanakan sholat ied adalah saling bermaaf-maafan atau sungkem dalam arti jawa. Di keluargaku sesepuh tertua adalah ayah dari ibu ku (kakek) yang biasa kami panggil bapak. Pertama yang ku lakukan sebelum sungkem ke bapak, aku, kedua kakak laki-laki, keponakan laki-laki kecilku dan satu kakak ipar perempuan sungkem terlebih dahulu terhadap mama dan papa, orangtua kami yag paling kami sayangi dan paling banyak dosa kami perbuat terhadap beliau. Setelah itu kami melanjutkan sungkeman  terhadap bapak dan beliau  tinggal berdampingan dengan kami sehingga kami tidak perlu mudik. Bapak merupakan keluarga tertua diantara keluarga besar yang lain. Sehingga mulai pukul 8.30 hingga menjelang malam suasana selalu ramai berdatangan kerumah bapak, sehingga sebuah keberuntungan untuk kami yang tidak perlu berkeliling menghampiri keluarga besar hehe...Seluruh keluarga besar berkumpul dan di situlah momen yang di tunggu karna sesi pembagian ampau di mulai, tradisi dimana keluarga kami yang sudah bekerja wajib memberi ampau dan aku pribadi yang masih terbilang kategori pelajar masih di beri, belum waktunya memberi.  Rejeki anak sholehah.. alhamdulillah



Hari kedua keluarga kecil kami biasa melakukan tradisi datang ke rumah seluruh tetangga  yang bertujuan untuk  saling bermaafan. Bukan hanya sekedar  bermaafan tapi juga saling icip mengicip kue lebaran. Aku yang sejak kecil memiliki kebiasaan bermain dengan banyak anak kampung dari ujung barat hingga ujung timur dan banyak kenal dengan mereka sehingga mewajibkan aku untuk mendatangi mereka. Hari ketiga dan selanjutnya biasanya kami akan kedatangan tamu atau keluarga jauh. Dan kalau sudah terasa sedikit sepi dari tamu aku dan teman-teman biasanya saling berkeliling ke rumah teman dan dosen. Tapi sebelumnya mama dan papa akan mengajak kami pergi ke rumah besan yang baru 2x lebaran ini kami merayakan dengan keluarga besan. Lamanya perjalanan yang  kami tempuh 1 jam karena meraka berada di kabupaten Pasuruan sedang kami tinggal di kabupaten Malang.


Tema hari raya tahun 1438 H kali ini keluarga kecilku berwarna hijau, bukan seragam tapi mencocokan warna saja. Supaya lebih terkesan rukun dan harmonis. Baju baru sebetulnya tidak terlalu penting bagiku, tapi berhubung tidak pernah membeli baju selain hari raya maka berkesempatanlah aku membeli baju baru hehe. Kebetulan juga tahun ini rejeki lebaran untukku alhamdulillah cukup membeli baju baru untuk ku, mama dan papa. Selagi memiliki rejeki dan mempu berbagi maka lakukanlah. Baju lebaran tahun ini couple-an sama mama karena memang dari dulu punya keinginan pakai baju kembaran sama mama, alhamdulillah kesampaian tahun ini.


Setiap tahun mama akan masak makanan dengan menu khusus yang sengaja di masak untuk di sajikan ke keluarga yang datang ke rumah bapak. Buka opor ayam tapi makakan yang simple semacam bakso saja karena memang mama sudah tidak seperti tahun lalu yang bisa memasak menu yang melelahkan sebab mama pernah sakit yang menyebabkan dirinya tidak seperti dulu. Untuk kue lebaran wajib di rumah adalah rengginang bukan kue kastengel. Kakak ipar ku jago membuat kue lebaran sehingga mama tidak banyak membeli kue tahun ini, ada kue lidah kucing yang menjadi favoritku, rengginang jadi andalan mama dan papa. Berkah hari raya idul fitrih yang menyenangkan dengan adanya banyak kue-kue lebaran yang menjadikan tubuh ini semakin lebar-an.


Teman-teman maaf belum sempat kirim pesan ucapan lebaran satu persatu ke kalian karena lebaran tahun ini hp ku rusak dan mungkin perbaikan seminggu h+ lebaran baru bisa di perbaiki.
Selamat hari lebaran 1438 H mohon maaf lahir dan batin. Semoga aku dan kalian semua menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan kembali fitrah . mulai dari nol yaaa . 

CONVERSATION

0 komentar:

Post a Comment