Jangan Mudah Terkecoh


Hampir setiap seminggu sekali aku buka sosmed ngobatin kangen update status gitu “balada hidup tanpa hengpong”. Sekarang jadi aktif di facebook posting blog baru supaya banyak yang baca, kadang juga komen postingan saudara jauh dengan aktifitas baru mereka dan mereka lebih sering posting aktifitas sepupu kecil disana kan emesh jadinya rindu  ingin ketemu tapi ? jauuuh bet ! di Waingapu sana, dan kemarin aku komen postigan foto salah satu teman sebut saja *ganteng yang foto terbarunya mucul di beranda dan dia kelihatan lebih cool dengan kacamata barunya, karena aku dan dia sudah akrab banget jadi guyonan dengan kata-kata apapun gak akan ngefek ke hati. Kita makin kenal akrab karena dia yang notabene anak rantau dan daerah asalnya di tanah kelahiran ku dan ternyata dia disana tetangga rumah juga jadi ngerasa kita masih saudara makanya kita udah paham banget satu sama lain apalagi sama candaan gila yang sering terjadi.

 

Dan suatu ketika aku komen foto si ganteng itu tiba-tiba ada seorang wanita sebut saja *mawar yang nggak aku kelan dengan akun fb nya komen marah-marah di foto si ganteng, si mawar upload foto aku segala lagi ! makin bingungkan aku jadinya sampai berkali-kali coba baca dan pahami kata-kata yang ada di kolom komentar karena banyak kalimat yang di singkat, setelah aku paham dengan maksud komentar itu ternyata si mawar salah paham dikira aku ngeledekin dia padahal aku jelas-jelas komen ke si ganteng, salahnya aku nggak tag nama si ganteng alhasil si mawar salah paham di kira komentar ku itu buat dia.



Parahnya dia marah-marah dan kayaknya kurang puas dengan amarahnya dia inbox aku marah-marah lagi, disitu aku Cuma ngakak ngerasa lucu (ibu ibu ini kenapa ? Cuma gara-gara komentar sampe mencerca gak jelas bawa bawa hijab lagi) Cuma bisa istighfar ngelus dada.



 Niat mau balas inboxnya tapi takut terkesan ngelunjak belum apa apa aja udah bawa bawa hijab kalau marah kan atutttt !!! tapi kalau nggak di balas aku geram, yaudah aku inbox aja si ganteng kirimin screen shot inbox si mawar dan berharap supaya si ganteng jelasin a.k.a sebagai penengah gitu, kalau urusan sama emak emak takut makin puanjang *u know lah ya the power of makmak. Sebelumnya aku komentar lagi di fb si ganteng jelasin maksud komentarku, dan makin banyak notif masuk karena si ganteng dan si mawar saling berkomentar ramai. Selang beberapa menit si mawar inbox minta maaf. Entah apa yang akhirnya dirasa si mawar setalah marah marah, mencerca dan bawa-bawa hijab padahal si mawar juga berhijab *astagfirullah. Kemarahan yang sia-sia terjadi lagi (susah ya punya teman hitz jadi setiap kali posting foto banyak yang komentar sampai jadi salah paham begini)



Bukan maksud mencemarkan nama baik seseorang tapi dari kejadian ku sore tadi tepatnya di fb yang hanya dunia maya kita bisa ambil hikmah, sebaiknya kita tidak menggunakan hati apalagi emosi ketika sudah terjun di dunia maya, karena dunia maya itu luas dan bebas jadi banyak hal yang nggak terduka yang bakal kita temui. Untung aku Cuma manusia biasa coba aku orang kaya raya bakal aku ladenin si mawar dan bisa aku seret ke meja hijau dengan kasus tindakan tidak mengenakan.


Yang terpenting lagi kita sebagai umat manusia yang baik alangkah baiknya pula bertutur kata yang sopan dan tidak menyakiti hati seseorang apalagi bawa identitas keagamaan bahkan kita dengan mudah mencela, mengolok-olok, dan berkata seenaknya terhadap saudara seiman.


semoga Tuhan senantiasa menjadikan kita umat manusia yang mampu menjaga tutur kata dengan baik. aamiin

CONVERSATION

0 komentar:

Post a Comment