Selalu Menyempatkan ke Keraton Solo


Hari kedua di Solo, bangun pagi langsung nyalain tv dan nonton berita pagi yang masih segar. Berita dari salah satu artis pemeran si boy karna kasus narkoba, miris ! public figure sebagai panutan nyatanya melanggar hukum. Sambil nunggu gilaran kamar mandi lanjut nonton infotemaint maklum jiwa mak mak ya. 

Pukul 07.00 di Solo mataharus sangat terik serasa pukul 10.00.  Hari kedua dan juga hari terakhir di Solo destinasi selanjutnya ke Keraton Solo dan kami mutusin jalan kaki. Perkiraan jarah yang akan kami tempuh sekitar 3 km, jarak dari hotel ke Keraton. Santai ! Menikmati setiap sudut kota dan meradakan kesejukan hembusan angin sepanjang jalan pedestrian yang sangat nyaman ini.

Sesampainya di gerbang parkir kendaraan pengunjunh keraton kami haus, selain lelah juga karena tergoda es dawet jadi kami memutuskan untuk istirahat sejenak. Selain es dawet ada juga penjual rujak manis dan siomay. Karena rasa penasaran kami membeli 3 menu tersebut.
Supaya lebih kuat jalan kaki selanjutnya hehe.

Dulu seingatku saat aku dan teman kampus berkunjung ke Keraton jalan yang kami lewati  masuk lewat halaman kraton yang dekat dengan pasar kelewer, tapi kali ini jalur sudah berubah jadi kami harus lewat tepian jalan supit urang. Harus berhati-hati karena banyak kendaraan yang melintas sepanjang jalan tersebut.


Tiket masuk keraton 4 orang dewasa total Rp. 40,000 yang pakai sendal japit di lepas, yang pakai sepatu atau sepatu sendal boleh di pakai, kenapa begitu ? menurut abdi dalem karena keraton ini merupakan kawasan tempat tinggal raja kami harus menghargai dan sesui adat jawa kalau kami datang bertamu ke rumah sesorang otomatis alas kaki di lepas, lali kenapa sepatu boleh di pakai ? karena sudah di sepakati bahwa sepatu sudah menjadi alas kaki yang resmi. Banyak cerita dari abdi dalem tentang sejarah bangunan, sejarah generasi raja atau yang di sebut Pakubuwono.


Yang menyita perhatianku saat pertama kali memasuk area keraton adalah bangunan empat lantai yang terkesan megah, putih danbersih. Menurut abdi dalem bangunan ini merupakan bangunan kesuician, bangunan yang di peruntukkan untuk menyambung hubungan dengan Tuhan.
Itu mengapa kondisi didalamnya kosong, bersih dan suasana damai sangat terasa, itu lah yang identik dengan makna Tuhan. hanya orang tertentu dan dengan tujuan tertentu yang di perbolehkan memasuki ruangan tersebut. Setiap hari bangunan ini di bersihkan khusus oleh abdi dalem wanita, karena wanita identik dengan kelembutan. Seluruh bangunan tersebut tidak boleh di rubah bentuk, wana dan wujudnya. 



Mengelilingi area kraton yang sejuk dan di penuhi pepohonan rindang, pasir lembut yang bisa dirasakan dengan kaki telanjang membuat diri semakin nyaman dan betah berada di area keraton ini.
Bangunan utama keraton terlihat dari kejauhan sangat luas, megah, indah dan bersih. Setiap sudut dilengkap dengan ornamen tradisional yang sangat kental dan terdapat bebrapa patung bergaya eropa yang terletak di beberapa sudut teras bangunan utama ini.
Patung-patung tersebut merupakan cindramata dari berbagai negara ketika sang raja mendapati tugas berkunjung ke berbagai negara.



Area museum dengan segala peninggalan yang masih tertata rapi sejak Pakubowono I hingga saat ini. Jenis benda peninggalan yang ada diantatanya perabot rumah tangga, pusaka dan benda-benda untuk kegiatan tradisi-tradisi keraton. Dengan adanya museum ini seluruh ke khasan keraton sangatlah terjaga dengan baik.


Maket wilayah Keraton Solo, dapat kita ketahuan letak letak ruangan yang ada di dalam keraton, mulai dari wilayah keputren sampai taman indoor khusus keluarga Keraton. 


Kami berkesempatan untuk berfoto bersama Abdi dalem yang menemani kamj beberapa jam saat berkeliling, bukan hanya cerita sejarah yang kami dapat tapi  juga pelajaran hidup yang disampaikan oleh beliau.

Setelah cukup puas mengelilingi Keraton kami memutuskan untuk kembali ke hotel tapi sebelum itu kami beristirahat sejenak di depan pintu masuk keraton sambil menikmati makanan ringan khas solo yaitu surabi dan menyempatkan foto-foto untuk menambah kenang-kenangan.






Perjalnan di Solo hanya dua hari semalam tapi cukup menambah pengalaman baru, ternyata lebih seru jalan kaki menyusuri kota k kayaknya kalau ke beberapa kota seharusnya menyempatkan ke tempat yang banyak menyimpan sejarah. have a good day everyone



CONVERSATION

0 komentar:

Post a Comment