Susahnya Kuliah Arsitektur

Ketika aku di tanya “hal apa yang patut kamu syukuri ? “ pasti aku jawab salah satunya aku bersyukur bisa kuliah! kalau ditanya kenapa ? itu panjang ceritanya berliku-liku pula.

Beberapa bulan lalu sempat galau berat, dan ngerasa setres banget dan anehnya nafsu makan semakin meningkat dan alhamdulillahnya nggak sampai depresi lalu neko-neko untungnya cuma makan aja yang makin gila. Baru ini galau dan stres berat karena hal kuliah bukan galau karena cinta, samping kanan kiri depan belakang komen semua tentang kuliah rasanya ampek bahkan kayak susah nengok saking bingunnya mau ngapain dan harus kayak gimana nanggepinya !. 

Lagi-lagi aku bersyukur di kondisi seperti ini keluarga dan sahabat masih support total πŸ€—. Perkara semua dari kegalauan ini dan itu adalah karena lulus kuliah bakal telat satu semster, yang kalian tahu status sosial di kalangan keluarga buat mahasiswa yang lulus telat itu seolah-olah bodoh banget apa lagi buat kita kaum cewek. Dari kampus pun ada beberapa dosen yang semakin menyudutkan aku tentang kelulusan yang terlambat ini. Karena aku mahasiswa dengan status penerima “beasiswa” jadi ekspetasi beliau aku bakal lulus tepat waktu dengan nilai sempurna. Ujungnya yang beliau katakan “kok bisa lulus telat”. Ah pokoknya rumit pak πŸ’” !

Selama ini awal-awal semester ku akui kesalahan di perkuliahan aku hanya menjalani tanpa ada target sejak awal masuk dan dipertengahan semster baru sadar akan hal itu dan mencoba memperbaiki “alon-alon asal kelakon”. Dulu awal kuliah mikirnya ingin nambah ilmu dan nambah pengalaman yang banyak biar hidup lebih berkualitas dan ada beda dari orang tua atau orang sekitar yang nggak kuliah, lebih utama berharap kehidupan finalsial kedepannya lebih baik. So aku milih ikut banyak kegiatan dan aktif sampai beberapa semester, dan ada titik dimana aku mulai goyah. Susah bagi waktu menyeimbangi kuliah dan kegiatan sampai akhirnya di mata kuliah perancangan arsitektur (SPA) ke 4 nilaiku kurang memenuhi syarat tapi kurang satu point aja sudah bisa lulus, tapi supaya bisa lulus tanpa mengulan tahun depan solusinya remidi dan di remidi itu aku nggak lulus juga soalnya nyabi part time buat biaya studi eskursi ke Bandung.

H-7 dekat pengumpulan remidi aku fokus ngerjain tugas perancangan kalau soal kerjaan sudah beres jadi lebih fokus ke remidi tapi h-2 kondisi tubuh nggak mendukung, aku sakit tapi masih maksa nugas walaupun akhir pengumpulan tugas nggak maksimal, dan pulang dari study ke Bandung ada panggilan dari dosen bersangkutan, banyak wejangan dan sedikit marahan yang akhirnya dengan segala pertimbangan aku bisa lulus, alhamdulillah bersyukur.

Sejujurnya dalam hati hancur, malu karena merasa aku mahasiswa yang harus menjaga nama baik almamater di pusat Dikti tapi tidak melakukan dengan baik.

Lagi-lagi aku harus bisa support diri sendiri semua ini tamparan yang mungkin membuka jalan supaya aku lebih baik dan lebih memprioritasin kuliah. Masuk semester 6 mulai perancangan arsitektur ke 5 semakin rajin dan berusaha mengetahui kelemahan diri.
Berusaha menyeimbangi kelemahan itu supaya bukan jadi alasan kegegalan , hampir 3kali seminggu kerja tugas di rumah Sifa terdakang pun sampai bermalam disana karena saking takutnya nggak ada progres. Setiap hari pokoknya nugas tapi rasanya progres ini lambat sampai akhirnya kita berfikir berarti problem ini ada di diri kita masing-masing yang memang sulit dalam berfikir cemerlang jadi jalannya lambat. Studio perancangan arsitektur 5 (spa5) mata kuliah tersulit dan di ampuh dosen senior banyak kreteria yang harus kita penuhi. Saat itu kita merancang Hotel and Convention ternyata satu angkatan banyak yang gagal dan akhirnya di semester 7 kita ngulang lagi SPA5 dengan tugas baru, merancang stadion standar viva. Ini penyebab kita lulus 9 semester. Karena setelah spa5 lanjut spa6 dan kemudian untuk bisa ambil ujian TA seluruh prosedur untuk mahasiswa arsitektur di kota Malang yang aku tahu wajib lulus semua perancangan arsitektur 1-6. Karena itu mata kuliah inti dari mahasiswa arsitektur.

Setiap malam susah tidur. Penyesalan sering datang memperkeruh pemikiran, overthinking, merasa bersalah dan merasa malu, sedih dan kecewa kediri sendiri kenapa bisa gagal ? Sedangkan teman-teman beasiswa ku yang lain lulus tepat waktu. Andai dulu begini, andai dulu begitu pasti tidak akan begini. Kalimat penyesalan terus bermunculan. Bersyukurnya dikondisi seperti ini masih punya orang-orang terdekat yang selalu support yang selalu menyemangati dengan kalimat-kalimat positif “gak apa-apa mungkin Tuhan ada maksud kasih kita cobaan seperti ini, semangat terus be”. Dan ternyata memang benar Tuhan kasih tamparan hebat ke aku setelah ngulang SPA 5.

Ku akui kuliah arsitektur atau kuliah jurusan teknik itu bukan perkara mudah, karena ilmu pasti yang memang segalanya harus menggunakan kepastian. Contoh di SPA5 kita merancangan hotel and convention lokasinya ada di luar kota Malang jadi kita harus benar-benar cari lahan untuk proyek tugas kita itu dan waktu itu aku kebagian lahan di Solo jadi kita mencuri waktu di sela-sela kuliah untuk surve lokasi ke Solo.
Semua kebutuhan data yang tertera di TOR tugas haru terpenuhi, sampai Solo kita langsung terjun cari data selengkap-lengkapnya sesampainya di Malang kita tinggal analisis dan penerapan perancangan. Proses perancangan pun bukan sekedar merancang tapi berangkat dari analisis. Mulai dari menyusun pogram ruang, pola bentuk dan terakhir finishing.
Satu semester itu waktu buat tidur bisa dibilang kurang. Apalagi kalau sudah dekat jadwal presentasi atau ujian semester untuk mandi dan makanan jatahnya bisa kesita juga.

Makanya kadang miris sama orang sekitar yang kalau ngomong tentang kelulusan itu seenak udelnya !. Ok ! memang semua jenis kuliah ada kesulitan masing-masing tapi kayaknya kuliah teknik ini ada diposisi atas dari jurusan kuliah tersulit lainnya .

Ini ada dokumentasi perubahan ku ketika sebelum mengalami setres karena kuliah arsitektur dan saat setres ! Haha πŸ˜‚. Juga buku yang ku baca dikala setres dan menjadi obat mujarab saat aku difase itu.



Tahu gak ? Kenapa makin setres dengan keadaan ? Itu semua karena overthinking dan semakin banyak tekanan yang menindas kita seolah-olah kita menjadi manusia yang paling tidak berguna di dunia. Sebaiknya terus segera menyelamatkan diri dari lingkungan yang hanya menambah tekanan hidup dan berupaya terus semangat menjalani semua, tetap berusaha semaksimal mungkin melakukan segalanya dengan baik untuk membuktikan kalau diri ini bisa berhasil kok, tenang ! Semua ada waktunya. Nikmati saja siklus hidup ini.
***
Ini beberapa target yang harus dipenuhi saat mata kuliah studio perancangan arsitektur 6 (Spa 6)

Kuliah sebaiknya bukan hanya sekedar mikir gimana caranya supaya bisa cepat lulus tapi sebaiknya paham dan mengerti ilmu tersebut dengan baik. Agar membawa manfaat untuk sekitar.
***

Kalau ingat ucapan salah satu dosen yang membuat mental semakin hancur rasanya sedih ! “seharusnya kamu tu gak pantes dpt beasiswa, kamu malas ! harusya dia yang dpt beasiswa karna rajin” atau “kalau aku sebagai mahasiswa yang dapat beasiswa ya selalu tanya dong kalau ada narasumber yang menyampaikan materi setelah seminar” bahkan “penerima beasiswa itu harusnya jadi contoh tapi kok ini nggak ya !” aaahh sakit ! jleb banget.

But in other way I really thanks fort that works Sir ! berkat tamparan tanpa tangan tersebut  aku semakin semangat, semakin terpicu menjadi lebih baik. Alhamdulillah, Terimakasih ya Allah atas keadaan yang sempat membuatku merenung berkepanjangan dan merubah ku semakin kuat.

***

Apapun keadaan dan tekanan yang saat ini kamu alami sebaiknya selalu kamu hadapi dan nikmati prosesnya, selalu andalkan Tuhan, insyallah semua ada jalan dan pasti jawaban dri semua itu membuatmu terkejut karena hasilnya benar-benar indah dan di luar ekspektasi kemampuan kita. Jangan pernah ragu dengan janji Tuhan “Tuhan tidak akan memberi cobaan di luar batas kemampuan umatnya” semangat !.

 


Susahnya Kuliah Arsitektur Susahnya Kuliah Arsitektur Reviewed by wita mannoradja on August 03, 2017 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.

Total Pageviews

Search This Blog

Komunitas Manulis

1minggu1cerita

About Me


Hi world ��

I'm the last daughter from three siblings | Bachelor Architecture | High social soul | founder of Kelas Belajar Brassican |
Blogging is one of the best ways to express me and release every thought that has accumulated in my head, here I share about my personal experiences, traveling and life story.
Hope you guys like it ❤
Welcome to my Blog #kuaselektrik