Tamparan Tanpa Tangan Yang Menyakitkan


Ketika aku di tanya “hal apa yang patut kamu syukuri ? “ pasti aku jawab salah satunya aku bersyukur bisa kuliah! kalau ditanya kenapa ? itu panjang ceritanya berliku-liku pula

Beberapa bulan lalu sempat galau berat setres dan anehnya nafsu makan semakin meningkat tapi alhamdulillah nggak sampai depresi dan neko-neko Cuma makan aja yang makin gila,


baru ini galau dan stres berat karena hal kuliah bukan galau karena cinta, samping kanan kiri depan belakang komen semua tentang kuliah rasanya ampek susah nengok saking bingunnya mau ngapain dan harus kayak gimana nanggepinya ! lagi-lagi aku bersyukur di kondisi seperti ini keluarga dan sahabat masih support total J *jaditerharu huhu.. Perkara semua dari kegalauan ini itu karena lulus kuliah telat satu semster, yang kalian tau status sosial di kalangan keluarga buat mahasiswa yang lulus telat itu seolah-olah bodoh banget apa lagi buat kita kaum cewek. Dari kampus pun ada beberapa dosen yang semakin menyudutkan aku tentang kelulusan yang terlambat itu karena aku mahasiswa dengan status mahasiswa penerima “beasiswa” dan  lagi-lagi “kok bisa lulus telat”. Ah pokoknya rumit !

buku yang akhirnya bisa ngurangin beban setres ku


Selama ini awal-awal semster aku akui kesalahan di kuliah aku Cuma ngejalani tanpa ada target kuliah dan dipertengahan semster baru sadr itu dan mencoba memperbaiki di “alon-alon asal kelakon”. Dulu awal kuliah mikirnya Cuma ingin nambah ilmu dan nambah pengalaman yang banyak biar aku sedikit berkualitas dan ada beda dari orangtua ku atau orang sekita yang nggak kuliah, lebih utama berharap kehidupan kedepannya lebih berkuliatas juga so aku milih ikut banyak kegiatan dan aktif sampai beberapa semester, dan ada titik dimana aku mulai goyah dan susah bagi waktu menyeimbangi kuliah dan kegiatan sampai akhirnya di matakuliah perancangan (SPA) ke 4 nilaiku kurang memenuhi syarat tapi kurang satu point aja udah bisa lulus, supaya bisa lulus tanpa mengulan tahun depan solusinya remidi dan di remidi itu aku nggak lulus juga soalnya nyabi part time buat biaya studi eskursi ke Bandung. H-7 dekat pengumpulan remidi aku fokus ngerjain tugas perancangan kalau soal kerjaan sudah beres jadi lebih fokus ke remidi tapi h-2 kondisi tubuh nggak mendukung, aku sakit tapi masih maksa nugas walaupun akhir pengumpulan tugas nggak maksimal, dan pulang dari study ke Bandung ada panggilan dari dosen bersangkutan, banyak wejangan dan sedikit marahan yang akhirnya dengan segala pertimbangan aku bisa lulus, alhamdulillah bersyukur. Tapi dalam hati hancur malu karena merasa aku mahasiswa yang harus menjaga nama baik almamater di pusat Dikti.
 Tapi lai-lagi aku harus bisa support diri sendiri semua ini tamparan yang mungkin membuka jalan supaya aku lebih baik dan lebih memprioritasin kuliah. Masuk semester 6 mulai pernacangan ke 5 semakin rajin dan berusaha mengetahui kelemahan diri berusaha menyeimbangi kelemahan itu supaya bukan jadi alasan kegegalan , hampir 3kali seminggu kerja tugas di rumah Sifa terdakang pun sampai bermalam disana karena saking takutnya nggak ada progres. Setiap hari pokoknya nugas tapi rasanya progres ini lambat sampai akhirnya kita berfikir berarti problem ini ada di diri kita masing-masing yang memang sulit dalam berfikir cemerlang jadi jalannya lambat. Studio perancangan arsitektur 5 (spa5) matakuliah tersulit dan di ampuh dosen hebat so banyak kreteria yang harus kita penuhi waktu itu kita merancang Hotel and Convention ternyata kita gagal dan akhirnya di semster 7 kita ngulang lagi SPA5 merancang stadion standat viva ini penyebab kita lulus 9 semester. Karena setelah spa5 lanjut spa6 dan kemudian TA seluruh prosedur mhs.ars di kota Malang seperti itu belum bisa ambil TA kalau kita belum lulus 1-6 perancangan arsitektur karna itu matakuliah inti dari mahasiswa arsitektur.

Rasanya malu, sedih dan kecewa kediri sendiri kenapa bisa gagal seperti ini sedangkan teman-teman beasiswa ku yang lain lulus normal terus aja curhat begini dan setiap malam susah tidur merenung. Bersyukurnya punya orang-orang terdekat yang selalu support yang selalu nguatin “gak apa-apa mungkin Tuhan ada maksud kasih kita cobaan seperti ini, semangat terus be”. Dan ternyata memang benar Tuhan kasih tamparan hebat ke aku setelah ngulang SPA5. Itu semua karena semakin banyak tekanan yang menindas kita seolah-olah kita menjadi masnusia yang nggak ada guna di dunia dan tetap semangat jalani semua terus berusaha maksimal buat nunjukin kalau kamu nggak sesuai yang mereka katanya niscahaya kamu akan berhasil.
***
kuliah arsitektur atau teknik itu bukan perkara mudah, karena ilmu pasti yang memang segalanya harus menggunakan kepastian, contoh di SPA5 kita merancangan hotel and convention lokasinya ada di luar kota Malang so kita harus benar-benar cari lahan untuk proyek tugas kita itu dan waktu itu aku kebagian lahan di Solo jadi kita mencuri waktu di sela-sela kuliah untuk surve lokasi di Solo. Semua kebutuhan data yang harus kita penuhi harus tercentang, sampai lokasi kita terjun cari data selengkap-lengkapnya samapi di Malang kita tinggal analisis dan penerapan perancangan. Proses perancangan pun bukan sekedar merancang tapi berangkat dari analisis itu sampai kita menemukan pogram ruang, bentuk dan finishing. Satu sementer itu waktu buat tidur bisa di hitung apalagi kalau udah dekat jadwal ujian mandi dan makanan jatahnya bisa kesita juga. Makanya kadang miris sama orang sekitar yang kalau ngomong tentang kelulusan itu seenak udelnya itulo ! ya memang semua jenis kuliah ada kesulitan masing-masing tapi kayaknya kuliah teknik ini nomer kesekian dari jurusan kuliah tersulit.


Kuliah sebaiknya bukan mikir gimana cara supaya bisa cepat lulus tapi gimana caranya paham dan mengerti ilmunya supaya apa yang sudah kita jalani bisa bermanfaat untuk sekitar.
***
kalau ingat ucapan dose ini “ seharusnya kamu tu gak pantes dpt beasiswa, kamu malas ! harusya dia yang dpt beasiswa karna rajin” atau “kalau aku sebagai mahasiswa yang dapat beasiswa ya selalu tanya dong kalau ada narasumber yang menyampaikan materi setelah seminar” bahkan “penerima beasiswa itu harusnya jadi contoh tapi kok ini nggak ya !” aaahh sakit ! jleb banget. Tapi thanks a lot sir ! berkat tamparan tanpa tangna tapi menyakitkan itu aku semakin semangat semakin terpicu menjadi lebih baik. Alhamdulillah, terimakasih ya Allah atas keadaan yang sempat membuatku merenung berkepanjangan dan merubah ku semakin kuat.

***

Apapun keadaan dan tekanan yang saat ini kamu alami sebaiknya selalu kamu hadapi dan nikmati prosesnya, selalu andalkan Tuhan, insyallah semua ada jalan dan pasti jawaban dri semua itu membuatmu terkejut karena hasilnya benar-benar indah dan di luar ekspektasi kemampuan kita. Jangan pernah ragu dengan janji Tuhan “Tuhan tidak akan memberi cobaan di luar batas kemampuan umatnya” semangat !.

CONVERSATION

0 komentar:

Post a Comment