Dipan Favorit


foto by : Chiangmai Life Construction

“ mak kamu di rumah ta ? aku mau kerumah mu ya ngerjain TA”  isi pesan whatsaap ku ke Sifa, teman angkatan yang akrab kami panggil dengan sebutan mak Cipa. Mungkin karena dia yang selalu tenang dan menenangkan kala kami panik dengan segala permaslaahan yang terjadi ibarat ibu yang menenangkan anak-anaknya, mungkin dari aura keibuan itu kami rasakan terlalu kuat sehingga sebutan itu muncul ? ah entahlah aku pun bingung apa alasannya Lol.

Perkenalan kami dimulai sejak awal ospek yang dimana mahasiswa se-fakultas teknik di kumpulkan menjadi satu di sebuah ruangan, aku sedikit lupa-lupa ingat kala itu Sifa yang baru datang lalu duduk di sebelahku dan aku yang merasa tak berteman seorang pun mencoba memulai obrolan dengannya dan ternyata Sifa asyik untuk di ajak ngobrol. Umumnya obrolan awal perkenalan pasti yang di bahas adalah tempat tinggal, dan beruntungnya komplek kami bersebelahan dan masih satu desa, itu tandanya tempat tinggal kami berdekatan. Hal itu menjadikan kami semakin akrab dan menjadi teman dekat hingga hari ini bahkan aku berharap sampai nanti.

Selain asyik sebagi teman ngobrol Sifa juga orang yang sangat tulus dan selalu berprasangka baik tehadap semua orang.
Yang menjadikan kami akrab rasanya bukan hanya karena seringnya kami bercerita satu sama lain tapi karena aku yang terlalu banyak merepotkan Sifa hehe. Sering bermalam di rumahmu dan kamu repot menyediakan banyak makanan, merepotkanmu untuk meminjamiku baju dan hijab karena kebiasaanku yang lupa tidak membawa pakaian ganti padahal jelas-jelas aku akan bermalam di rumahmu, tapi saat itu aku berfikir akan pulang saat menjelang sholat maghrib ternyata kemageran membuat ku lupa kalau harus pulang mengambil baju ganti. Maafkan ku banyak merepotkanmu makcip .

Makan malam favorit kami berdua adalah bakso patas, sekali kami mendengar suara pukulan khas pedagang bakso segera mungkin kami bergegeas turun (karena kami berada di lanti 2) dan membelinya kemudian makan malam di mulai sembari aku bercerita yang tak kunjung selesai tapi Sifa setia mendengankan itu semua. Favorit kami ketika masih merasa kenyang dan masih ingin beristirahat tidak lanjut menggambar kami duduk di atas tempat tidur kayu atau orang jawa bilang itu dipan, beratapkan langit bertabur bintang disitu kamu saling bercerita mulai dari hal konyol sampai hal serius terutama berbagi tentang mimpi, serileks itu. Dan jujur aku rindu berbaring di atas dipan itu.

Mungkin mbak yang menjadi saksi betapa merepotkannya aku setiap kali bermalam di rumahmu, karena mbak saat pulang kerja selalu membawa makanan yang harusnya membawa satu hanya untuk Sifa tapi karena ada aku jadi membawa dua hehe. Mbak panggilan akrab ku untuk kakak kandung Sifa, umumnya seorang adik memanggil kakak perempuan di jawa dengan sebutan “mbak” tapi lucunya Sifa memiliki panggilan tersendiri untuk sang kakak yang bukan nama asli sang kakak. Bahasa yang mereka gunakan juga bukan bahasa yangbiasa di gunakan kakak adik tapi lebih mengarah ke teman sebaya, seakrab itu mereka.

Selain tempat tidur kayu, suasan nyaman dan damai di rumah sifa juga yang menjadi favoritku sebab perbedaan yang ada di rumahku sangat terasa. Bukan aku tidak mensyukuri kondisi keluargaku tapi ketika aku fokus bekerja yang aku inginkan hanya suasana sepi dan tenang tepi dirumahku suara ayah yang sangat keras dan kurang santai saat berbicara dan ibu ku yang terlalu banyak memerintah sebab banyak sekali yang ia kerjakan sehingga membuatku kurang nyaman mengerjakan TA di rumah terkadang. Di rumah sifa mungkin sebentar saja kami di ributkan dengan kondisi tetangga yang terlalu asyik bercengrama sampai suara mereka terdengan ke lantai 2 tempat kami mengerjakan TA. Ibu dan bapak orang yang lembut dan sejauh itu aku tidak pernah melihat mereka marah atau membentak sekalipun. Berbicara soal ibu Sifa setiap pagi selalu naik ke lantai 2 dan membawa apapun itu untuk sarapan dan sore harinya pergi ke kebun untuk merawat semua tanaman sayur dan beberapa hasil buah yang di punya dan hasil panen itu sering di berikan ke keluargaku, kalau bapak Sifa hobi memancing dan rajin sholat tepat waktu. Bersyukur kenal dengan orang-orang yang penuh dengan energy positif sebab sedikit atau banyak aku akan tertular dengan energy itu.
Semoga kami bukan hanya sebatas teman kuliah tapi bisa menjadi saudara dekat sampai kapan pun.
Aamiin…..

Malang 21 Agust 2018

CONVERSATION

0 komentar:

Post a Comment