Surat Untuk dia Yang Segera Menikah


A friend is someone who understands your past, believes in your future, and
accepts you just the way you are
-Unknown-

Hari ini adalah jadwal rutin menghadiri kajian muslim, seperti biasa aku berangkat menuju lokasi sepulang dari kantor. Aku tidak sendirian ada Lanny sahabatku yang selalu menemani, aku pun tahu kegiatan ini bermula dari dia karena ustad yang memberi kajian adalah guru di masa ia SMA. Kali ini aku menjemput Lanny untuk datang ke kajian dan mengantarkannya pulang kembali.

Cuaca malam hari ini gerimis dan keberadaan rumah Lanny di dataran tinggi sehingga udara sangat dingin sekali, aku pun harus menggunakan sarung tangan saat mengendarai motor. Saat perjalanan pulang selepas mengantarkannya tiba-tiba aku merasa sedih, kenangan masa lalu muncul secara jelas di ingatanku. Ya ! Sedikit membuat aku tidak konsentrasi mengendarai motor. Sejujurnya hal ini sering terjadi ketika aku berkendara semenjak aku mendapatkan kabar bahwa dia akan segera menikah.
Ini adalah kabar bahagia karena penantian panjang yang selalu diharapkan akhirnya datang. Lalu mengapa aku bersedih ?
Kesedihan itu terjadi karena kita akan berpisah, ia akan fokus terhadap kehidupan baru tentu persahabatan bukan lagi prioritasnya. Sebenarnya ini adalah kali kedua sahabat ku menikah yang pertama sahabat laki-laki mungkin karena aku tidak terlalu dekat dengannya jadi aku tidak merasa kehilangan.

Singkat cerita aku memiliki grup whatsapp yang bernama cor kami berteman sejak tahun 2000-an aku sudah pernah menulis sedikit cerita tentang mereka di blog ku sebelumnya. Cor terdiri dari 4 perempuan dan 5 laki-laki tapi yang mengerti aku sepenuhnya hanya 2 orang perempuan mereka, Lanny dan Riska. Bagaimana tidak ? ribuan malam sudah kami lawat, sepiring bertiga menjadi tradisi makan kami bahkan saling menunggu di dalam kamar mandi ketika diantara kami ada yang buang air besar,  sangat keterlaluan, kami ikut menangis jika di antara kami ada yang bercerita yang seolah penuh drama pahit di kehidupan. Tentu Hanya mereka berdua tempatku berbagi suka dan duka secara gamblang, mereka orang pertama yang menolongku saat jatuh dan orang pertama yang menerima kabar bahagiaku.

Pertengahan bulan November Lanny bercerita bahwa kekasihnya berkunjung ke rumah bersama keluarga besarnya, menyampaikan etikat baik untuk menikahinya. Ya ! dia akan menikah ! seminggu kemudian paska kedatangan itu Lanny bersama keluarga besarnya memberikan jawaban bahwa Lanny menerima lamaran itu. Saat itu juga ditemukan tanggal baik untuk mereka melangsungkan akad dan resepsi pernikahan. Proses terjadi sangat singkat. Ya ! dia akan segera menikah ! 😌

Hal yang yang selalu kuingat tentang Lanny.
"Kamu dimana ? Sini kerumah. Aku masak nasi goreng tuna pedas" (chef).
"Pas ayo kita buat surprise buat dia" (inisiator)
"Pas aku titip kue kesukaanku, cepet !" (merepotkan)
"Pas, permasalahan ini adalah ujian dari Tuhan supaya aku Aku menjadi lebih sabar dan tegar. Selama ini kan aku berdoa agar aku selalu diberi kesabaran dan kekuatan jadi aku harus bisa melewatinya" (tangguh)
Ya ! Hal semacam itu yang akan kurindukan darinya.

Tuhan mengabulkan doamu , sudah mendatangkan jodohmu memang ini waktumu. Dengan segala ketidaksiapan ku aku bahagia melihatmu bahagia. Mungkin terdengar berlebihan tapi aku rasa kamu paham bagaimana rasanya mengalami sesuatu hal yang sebelumnya tidak pernah kita alami. Yang tadinya selalu bersama sekarang harus berpisah. Baiklah ! Semoga Tuhan memberi kelancaran segala persiapan menuju hari pernikahanmu. 

Cipas
Sahabatmu, 
Jumat, 13 Desember 2019

CONVERSATION

0 komentar:

Post a Comment