Detail Kegiatan Pesantren Kilat


Baru 26 tahun merasakan buka puasa dan sahur selama 23 hari kedepan tanpa orang tua. Hari ini (14-04-2021) hari ke-2 merasakan sahur bersama teman-teman pesantren. 
Hal pertama yang ku fikirkan sebelum bergabung pesantren adalah kami akan makan sahur dan buka bersama dalam sajian liwet, tidur tidak nyaman, mandi dengan air terbatas dan serba ketat. Ternyata semua itu hanya cerita terdahulu dan jauh berbeda dengan apa yang ku alami saat ini.

Disini sahur dan buka selalu berakhir kenyang banyak makanan setiap harinya. Menunya tidak jauh dari resep rumahan yang nikmat dan lezat. Tidak rindu rumah sedikitpun karena disini sama halnya merasakan kehangatan dan kelembutan bersama keluarga dirumah.

Banyak teman mengira aku masih anak SMA, Alhamdulillah ! terlihat awet muda. Kebanyakan peserta adalah orang-orang yang pernah menempuh pendidikan pesantren atau beberapa diantaranya sedang dalam proses pendidikan. Tidak heran jika mereka sangat cepat dan lancar dalam membaca Alqur'an beda dengan aku yang baru pertama kalinya bergabung di pesantren. Rutin membaca Alqur'an setelah sholat shubuh dan setelah sholat maghrib tidaklah cukup untuk aku menyeimbangi kecepatan dan kelancaran bacaan mereka.
Meski begitu mereka tetaplah rendah hati, sabar dan saling membantu dalam hal kebaikan, sekalipun hal-hal kecil yang kadang kami lalai.

Pernah suatu ketika aku setelah sholat ada salah seorang teman mengingatkan untuk menggunakan hijab luaran saat menggunakan mukenah karena ada sebagian rambutku tembus dari mukenah. Demi kebaikan dan kesempurnaan sholat pasti kulakukan. Tapi aku lebih nyaman menggunakan hijab didalam dan kemudian mukenah, mencegah rambut terlihat dan keluar saat sholat.

Ketika kegiatan tadarus Qur'an mereka pun mengoreksi bacaanku yang kurang tepat dalam maghroj atau panjang pendek bacaan.

Setiap kali ada kesempatan ia selalu membagi ilmu tentang hal yang bermanfaat contohnya ia menyampaikan sebaiknya membaca Alqur'an sambil menunggu sholat di mulai juga memberikan kumpulan buku dzikir yang bisa ku baca atau untuk dihafalkan supaya bisa mengikuti saat dzikir setelah sholat dibacakan.
Dzikir yang dibaca setelah sholat sangat panjang dari biasanya.

Senang dan bahagia dengan segala rangkaian kegiatan yang ada, setelah tadarus Qur'an setiap jam 10 malam sampai jam 11 malam total 1 jam perhari kami diberi kesempatan untuk bermain handphone. 

Setiap hari kegiatan kami dimulai dengan
03.00 - tahajud
03.15 - sahur
03.25 - mandi
03.40 - baca Al-Qur'an (menunggu sholat dimulai)
04.10 - sholat shubuh berjamaah
04.15 - dzikir pagi
04.40 - tadarus pagi
05.40 - tidur
08.00 - persiapan sholat Dhuha jamaah
08.30 - sholat Dhuha berjamaah
09.00 - Ta'lim (pelajaran fiqih)
12.00 - sholat dhuhur berjamaah
12.15 - baca Al-Qur'an
13.00 - tidur siang
14.30 - persiapan sholat ashar
15.00 - sholat ashar berjamaah
15.15 - dzikir dan membaca surat Al waqiah
15.45 - Sholawat menjelang buka puasa 
16.10 - Ta'lim (pelajaran sore)
17.30 - buka bersama
18.00 - sholat Maghrib bermaah
18.10 - sholat Tasbih
18.30 - sholat isya'
18.40 - sholat tarawih
20.30 - tadarus
21.30 - pembagian handphone
22.30 - pengembalian handphone
23.00 - tidur malam

Sedemikian rupa detail kegiatan pondok pesantren kilat yang ku ikuti. Kegiatan yang menyenangkan dan menenangkan hati, bersyukur berada di lingkungan pesantren kilat ini bertemu dengan ustadzah dan teman-teman baik hati dan selalu berbagi kebaikan. Sangat terasa berlomba-lomba dalam kebaikan disini. Semoga Allah senantiasa merahmati segala kegiatan kami di dalam pesantren kilat ini. Semoga sampai 23 hari romadhon selalu ada kisah indah yang lebih menyenangkan untuk di kenang.

14 April 2021
Ma'had Az'Zahro
Pasuruan 

CONVERSATION

0 komentar:

Post a Comment