Hari Pertama Pesantren Kilat

Hari pertama sahur di bulan ramadhan 2021 menjadi malam tersibuk sepanjang bulan puasa yang pernah ku lewati. Pukul 03.15 pagi ku mulai dengan sholat tahajud, 15 menit kemudian mulai makan sahur tidak lama kemudian bergegas mempersiapkan barang bawaan untuk pesantren kilat. 


Ya, aku memilih untuk bergabung di kegiatan pesantren kilat selama 23 hari. Hal ini sudah ku inginkan sejak awal tahun 2021, ingin merasakan secara total beribadah di bulan Ramadhan juga ingin merubah kebiasaan menjadi lebih baik lagi. Pesantren kilat menjadi pilihan yang tepat untuk orang awam sepertiku karena akan ada pembimbing dan teman-teman yang sejalan melakukan seluruh rangkaian ibadah dibulan ramadhan ini.


3 Minggu menuju bulan ramadhan aku sudah mencari informasi pendaftaran tapi ternyata pendaftaran baru dibuka H-3 ramadhan. Mendadak ! Segala jenis pekerjaan segera diselesaikan. Bakan H-1 keberangkatan aku masih tetap bekerja dan H- beberapa jam menuju pesantren akumasih harus mengirim email. Payah ! 


05.30 semua beres dan berangkat menuju pondok pesantren putri Az-Zahro Pasuruan diantar papa dengan sepedah motor yang memakan waktu perjalanan 1 jam dari Singosari. Tujuan pertama di rumah Ning Faiz kakak ipar yang akan menghantarkan ku ke menuju pesantren. Bertemu langsung dengan Pengurusan utama Pesantren Putri Ustadzah Faizah Assegaf dirumahnya. Perasaan bercampur baur karena ini adalah kali pertamaku merasakan hidup di pesantren. Dengan niat Bismillah karena Allah insyallah aku yakin semua akan di beri kemudahan dan keberkahan. Tidak lama berkenal dan menanyakan beberapa hal kepada beliau aku dan kakak ipar langsung menuju Ma'had, lokasi yang akan ku tempati selama 23 hari kedepan.


Pertama kali adalah melakukan pembayaran pendaftaran sebesar Rp 400.000 yang diterima langsung oleh ustadzah Lutfia kemudian diantarkan menuju kamar dan kakak ipar kembali pulang. Menata pakaian dan barang bawaan menjadi pilihan pertama untuk memulai aktifitas didalam kamar. Aku masih bingung dan tidak tahu harus berbuat apa. Mencoba berkenalan dengan beberapa santri disekitar dengan saling berbalas senyuman walaupun terkadang sebagian tidak membalasnya.

Kemudian aku bertemu dengan Valda, santri yang baru saja lulus menyelesaikan seluruh pendidik di pesantren ini. Valda berbagi banyak cerita motivasi, awalnya ia mengira aku masih pelajar padahal aku sudah karyawan dan ia kaget dengan itu. 

Sedikit sharing sebagai permulaan perkenalkan aku menyampaikan bahwa aku merasa telat untuk memilih kegiatan ini tapi Valda menanggapi dnegan lembu, tidak ada yang terlambat, ia bercerita dijaman nabi ada seorang kakek yang berusia 60 tahun baru mulai berhijrah sampi memiliki banyak murid atau pengikut dan diusia 80 tahun beliau meninggal dunia. Memanfaatkan waktu 20 tahun untuk menjadi lebih baik dan mempersiapkan kematian dengan sempurna.


Jika kakak ingin benar-benar berhijrah dan belajar semua yang kakak inginkan Valda siap untuk membantu. 

Penutup kata terakhir darinya yang membuatku terharu dan sangat bahagian tanpa terasa meneteskan air mata.

Sungguh hal ini membuatku sangat bersyukur bertemu dengan orang yang sangat baik dan lembut hatinya. Membantu segala yang ingin ku ketahui. Berbagi amal-amalan baik yang biasa ia lakukan untuk ku lakukan juga supaya menjadi kebiasaan baikku, mulai dari ibadah Sunnah dan penyempurnaan ibadah wajib.


Kegiatan belum dimulai tapi hatiku sudah mendapatkan tempat ternyaman dan semakin yakin aku tidak salah menjadikan pesantren kilat sebagai pilihan memulai kehidupan menjadi lebih baik.


Ma'had Az'Zahro

Pasuruan

13 Apri 2021


CONVERSATION

4 komentar:

  1. Nice sist 🥰 معانجاح

    ReplyDelete
  2. Masya Allah, yang namanya perantara dari Allah emang gak terduga kak😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah wasyukurillah kak ! Allah memudahkan semuanya Alhamdulillah. Terimakasih sudah mampir kak 💕

      Delete