4 Serangkai dan Kisahnya Di Pesantren Kilat



Hari berganti hari kegiatan rutin pesantren kilat berjalan dengan menyenangkan, mengenal teman satu sama lain. 80% peserta pesantren kilat adalah santri Az'Zahro yang sedang menempuh pendidikan disana, 20% peserta pesantren lain, 10% kalangan umum (orang yang belum pernah sama sekali menempuh pendidikan pesantren) termasuk aku.

Baru beberapa hari disini bertemu dengan teman baru dan langsung akrab. Ada 3 teman baru yang hampir kemanapun dan apapun kami lakukan bersama-sama, contohnya mencuci baju, menjemur, mengangkat pakaian, menyiapkan dan membersihkan tempatidur bersama. Paling seru ketika sedang antri kamar mandi ! Disini tidak ada kompromi, siapa yang lebih dulu antri dia yang dapat. Tidak heran pertengkaran romantis sering terjadi !.


Fatimatuz Zahro atau Faza nama panggilannya, saat itu aku baru saja keluar toilet ada orang asing berdiri didepan almari didalam kamar yang tadinya hanya ada ku diruangan ini. Aku bergegas menyodorkan tangan dan menyebutkan nama. Faza baru saja lulus pendidikan terakhir di PPP Salafiyah Bangil dan akan melanjutkan masa pengabdian mengajar disana. Paling senang ketika Faza mulai berkisah perihal sahabat nabi lebih sering hal ini terjadi  ketika kami akan menjelang tidur. Membuat lingkaran diatas tempat tidur dan nggak kerasa tiba-tiba sudah jam 12 malam. Yaa ! Bisa di bilang dia gudangnya kisoh. Suaranya yang tegas dan lantang membuat kami serius dan ketagihan mendengar cerita-ceritanya.


Siang itu saat berkenalan dengan Faza sudah memasuki waktu istirahat dan aku mengikuti jejaknya untuk tidur siang, bangun-bangun ada pesert baru. Putri Bahaudin Islam, Putri panggilan akrabnya. Gadis syar'i dan kekinian paling paham daerah keren yang wajib kita kunjungi sekitar kota Pasuruan. Putri sempat resign dari sebuah perusahaan dengan gaji yang menjanjikan demi menempuh pendidikan pesantren. Masyallah !. Ku kira Putri pendiam ternyata sangat ramah dan seru, dia juga senang berbagi banyak cerita, setiap malam menjelang tidur selalu harum khas body care dan skin care yang dipunya. 


Sore hari di hari selanjutnya ketika aku, Faza dan Putri sedang asyik duduk di lorong dekat mushola bersama Sarifa Alwiyah dan beberapa teman yang bermain handphone tiba-tiba dari kejauhan ada peserta lain yang baru datang memasuki pintu masuk menebar senyum lebar seolah menyapa ke arah kami yang ku pikir sapaan itu untuk Faza tapi Faza merasa tidak kenal dan Putri beranggapan peserta itu sedang menyapa Sarifa Alwiyah dan ternyata benar. Beberapa jam kemudian kami berkenalan dan panggilan akrab kami untuknya adalah Mbak Pik ! nama lengkapnya Lailatul Fitria. Persis nama teman baikku dijaman SMK.

Pertama kali melihat mbak Pik dia terkesan ramah dan ekspresif kenyataannya pun begitu ! Tiada hari tanpa komedi. Cerita dan tingkah polosnya yang membuat kami selalu gagal tahan tawa. Sejujurnya dia adalah ustadzah tapi sangat rendah hati sampai tidak mau disebut dengan panggilan ustadzah, paling jago mengerjakan soal adu kecepatan ketika jadwal pelajaran Ustadzah Lutfia dan aku beruntung menjadi teman sekelompoknya.


Mereka semua pernah menempuh pendidikan pesantren jadi banyak kegiatan baik yang sudah biasa mereka lakukan. Aku sebagai pemula disini tertular kebiasaan baik itu. Sekali lagi aku sangat merasa beruntung dan tidak pernah salah memutuskan 3 minggu bergabung di kegiatan pesantren kilat ini.


Singkat cerita, Faza pernah bilang seolah-olah kami tidak bisa membaur dengan santri yang lain karena  selalu hanya dengan circle kami saja. Tapi kenyataannya yang lain juga asyik degan teman masing-masing, sesekali kami pun mencoba untuk saling bersenda gurau dengan santri lain tapi memang tidak se-akrab dan selepas kami berempat.

Sebenarnya bukan perihal tidak bisa membaur dengan yang lain tapi dengan menemukan teman yang tepat akan berpengaruh terhadap kenyamanan dan kebetahan berada di kegiatan pesantren kilat ini. Jadi sekalipun berteman dengan yang itu-itu saja dan bisa saling berbagi hal kebaikan aku rasa tidak masalah. Hanya jangan melewatkan kesempatan untuk memanfaatkan momen ini sebagai ajang menambah teman dan meningkatkan silaturahmi dengan teman baru dari berbagai daerah.

Bertemu dengan orang baru adalah hal yang menyenangkan berbagi pengalaman melalui cerita banyak hal baru pula yang bisa kita ambil untuk dijadikan pelajaran dan sebagai acuan motivasi hidup.


Seperti yang ku ceritakan diatas perihal Faza, tentang kebiasaan kami sebelum tidur. Berbagi cerita menarik penuh pesan dan pelajaran hidup, ada satu satu kisoh yang ku ingat.

Didalam cerita tersebut ada seorang laki-laki yang dikenal hina dan buruk menurut pandangan masyarakat, pandangan buruk itu terjadi karena ia selalu membeli minuman kerasa tetapi sesampainya dirumah ia memecahkan botol tersebut tanpa pernah mengkonsumsinya, bukan hanya itu ia juga gemar membeli wanita dengan tujuan memerdekakannya agar wanita itu berhenti menjual diri.

Sampai suatu ketika sang istri berkata "berhentilah melakukan hal tersebut, hatiku terluka ketika banyak orang diluar sana menilaimu buruk, namu kenyataannya dirimu tidak begitu" tapi ia tetap saja melakukan hal tersebut sampai meninggal dunia. Mirisnya ia  meninggal tergeletak dijalan. 

Karena ia terkenal hina sehingga tak seorangpun menolong jasadnya. Namun ketika sang pemimpin negara melewati jalan tersebut dan melihat jasad laki-laki tersebut tergeletak banyak rakyat menghasut supaya tidak menolongnya dan mereka berkata itu adalah jasad manusia hina yang hidupnya hanya untuk mabuk dan membeli wanita.

Tak lama kemudian tiba-tiba dari langit terdapat perintah untuk mensucikan dan menguburkan jasadnya. Karena perintah itu langsung dari langit maka pemimpin negara tersebut melakukan tanpa ragu karena sang pemimpin negara melakukan hal tersebut maka seluruh rakyat melakukannya pula.

Setelah kejadian tersebut sang pemimpin negara melakukan penyelidikan terhadap sang istri tentang apa yang sebenarnya terjadi pada laki-laki tersebut. Mengapa seluruh rakyat menilai buruk sedangkan langit berseru dan memerintahkan hal berbeda  dari penilaian buruk tersebut

Sang istri menceritakan seluruh fakta mengenai sang suami sehingga terungkap semua kebenaran dan kebaikannya hatinya, seluruh rakyat menangis menyesali tuduhan buruk terhadap laki-laki tersebut.


"Jangan menilai seseorang dari penampilan atau kelakuannya saja karena kita tidak pernah tahu bagaimana isi hatinya juga kita tidak pernah tahu kebaikan yang ia miliki karena belum tentu diri kita lebih baik dari orang lain"

 

Itulah sebuah pelajaran yang bisa kami ambil dari kisah tersebut. Semoga Allah senantiasa menjadikan kami semua, manusia yang selalu rendah hati dan senantiasa ber-khusnudzon. Aamiinn !


Ma'had Az'Zahro
16 April 2021

CONVERSATION

0 komentar:

Post a Comment